Tips Agar Lebih Cepat Meraih Kesuksesan

Sobat pembaca sekalian, bisnis online bukanlah jalan pintas jadi kaya. Bukan cara mendadak jadi kaya. Namun begitu saya percaya bisnis online masih menjadi salah satu cara tercepat untuk mendapatkan penghasilan, jika dibanding profesi lainnya. Ini dikarenakan jangkauan pasar yang seolah tidak terpengaruh batasan lokasi dan waktu.

Nah, berikut ini beberapa hal yang harus Anda lakukan jika Anda ingin lebih cepat meraih kesuksesan di Bisnis Online :

1.Harus Punya Tujuan Jelas

Bisnis adalah ibarat “kendaraan” anda menuju GOAL kehidupan anda. Layaknya kendaraan, anda harus tau arah darimana  mau menuju kemana?. Bayangkan anda pergi ke stasiun kereta api, tapi nggak tau pengen kemana, apa Anda akan bisa sampai tujuan?. Nggak mungkin kan…lha tujuannya aja nggak tau. makanya perjelas lagi, apa tujuan Anda berbisnis.

2.Kacamata Kuda 

Bukan berarti anda harus pakai kacamata kuda beneran. maksudnya adalah FOKUS. jangan tergiur peluang selain apa yang anda tekuni. Jangan gampang ikut-ikutan. Ada temen sukses jual jilbab, ikut-ikutan jual jilbab. Ada yang sukses jual herbal, ikutan juga. eh…ngeliat orang lain hidupnya enak dari jual produk digital, diikutin juga. pada akhirnya malah nggak jelas yang dikerjain yang mana.

Yang Bener harusnya pilih satu niche market dulu, setelah itu “tutup-mata-tutup-telinga” sama peluang lain. Setidaknya sampai bisa menghasilkan dulu dari bisnis yang pertama. Kalau bisnis pertama udah jalan, baru deh boleh buka bisnis ke dua, ke tiga, ke empat dan seterusnya. Prosesnya satu per satu, bukan seabreg dikerjain sekaligus.

3.Wajib Punya Mentor

Semua orang sukses di dunia punya mentor sejak sebelum mereka sukses. Tidak seorangpun bisa sukses tanpa mentor. Jadi jika Anda ingin sukses, pastikan punya mentor. Jangan berguru pada banyak mentor, nanti malah bingung. Cukup 1 atau maksimal 3 saja yang sesuai dengan bidang usaha yang anda tekuni saat ini.

4.Enjoy TheProcess

Hasil dan proses selalu terkait satu sama lain. Hasil yang bagus akan didapat jika prosesnya bagus. Sedangkan hasil yang buruk hampir bisa dipastikan penyebabnya adalah proses yang buruk pula. Sayangnya, masih banyak orang yang maunya dapat hasil bagus tapi nggak mau berproses. Tapi saya yakin orang sehebat Anda bukanlah termasuk golongan orang yang demikian. Jalani prosesnya dengan sepenuh hati.

5.Tingkatkan Skill

Penghasilan Anda akan meningkat seiring skill Anda yang meningkat. Maka itu jangan pelit untuk investasi otak. tingkatkan skill Anda. More Skill = More Money. Jangan takut, hasil yang nantinya anda dapat pasti akan lebih banyak dibanding apa yang anda investasikan.

 

Nah, sobat sekalian, itulah beberapa tips sederhana untuk mempercepat kesuksesan Anda. bagaimana…apakah Anda sudah melakukan semuanya?.

Perfection in Progress VS Instant Result

Dikisahkan, seorang calon murid datang pada seorang guru beladiri dengan maksud untuk belajar darinya.

“Saya bertekad mengikuti sistem pengajaran Anda, Menuruti semua arahan Anda,  dan mentaati semua peraturan. Berapa lama waktu yang saya perlukan untuk menguasai seni beladiri perguruan Anda ?”, tanya si calon murid.

Dengan tenang sang guru menjawab “10 tahun”

Mendengar jawaban tersebut si calon murid menjadi tidak sabar. Ia berkata “Tapi saya ingin menguasainya lebih cepat. Saya bersedia bekerja keras, berlatih tiap hari, bahkan dengan durasi waktu 2x lipat dari yang seharusnya. Dengan begini, berapa lama waktu yang saya perlukan sampai bisa menguasai seni beladiri perguruan Anda ?”

Sejenak kemudian suasana menjadi hening, lalu dengan datar sang Guru menjawab “20 tahun”.

 

*****

 

Sobat sekalian, setelah membaca cerita barusan, apakah Anda pernah menemui situasi serupa ?. Ataukah Anda sendiri yang mengalaminya, entah dari sudut sang guru ataupun si calon murid ?.

Semakin tergesa-gesa, bukannya semakin cepat, namun justru akan semakin lambat tujuan tercapai. Saat ini, di era digital yang semuanya serba cepat, kesabaran dan ketekunan menjadi sebuah aset langka yang nyaris punah.

Kebanyakan orang menginginkan cara cepat dan mudah untuk mencapai keinginannya. Mereka tidak lagi mau susah-susah menjalani sebuah proses. Misalnya Seperti yang Anda bisa lihat sendiri, di era informasi dimana ilmu pengetahuan semakin maju, masih ada saja orang yang tergiur dengan penggandaan uang demi keinginan menjadi kaya mendadak, dan masih banyak lagi contoh lain.

Padahal Andai saja mereka mau berproses dengan cara yang benar, hasil nyata pasti akan datang lebih cepat dengan sendirinya. Namun apa boleh buat, masih banyak orang lebih tertarik kepada hasil istant. Makanya Anda jangan heran kalau di zaman ini, dimana kemajuan teknologi membuat segalanya makin mudah,  jumlah orang yang  gagal bukannya berkurang, tapi justru makin banyak.

 

Nah, sekarang Anda  Termasuk yang mana ?

 

Pasti kebayang kan, bahwa segala keinginan harus melewati proses lebih dahulu, tidak ada yang instant. Bahkan Mie instant dan kopi instant pun masih harus diproses dulu sebelum bisa dinikmati. Benar kan?.

Kerja keras, sekeras apapun tidak ada gunanya tanpa kesabaran dan ketekunan. Kerja keras bukanlah kunci segalanya. Lebih buruknya lagi jika ternyata kerja keras itu adalah wujud ketidak sabaran, ingin tergesa-gesa meraih sesuatu, justru malah bisa menjadi batu sandungan.

HASIL yang benar bisa diperoleh karena PROSES yang benar. Jika ternyata HASIL yang didapat ternyata keliru, penyebabnya hampir dipastikan adalah karena PROSES yang keliru. Sayangnya banyak orang menginginkan HASIL sesuai keinginan tapi tidak mau menjalani PROSES.

Jadi…bagaimana dengan Anda??. Apa masih berani menuntut instant result…….

Investasi yang Tidak Akan Pernah Rugi

Tahukah Anda Apa bentuk investasi yang tidak pernah mendatangka kerugian ?. Emas kah ?… Saham kah ?… Reksadana?… Properti?… Atau yang lainnya?

 

Sebelum mengetahui jawabannyanya, Mari kita simak kisah yang sangat menarik ini :

 

Suatu ketika, Nabi Sulaiman ditawari oleh ALLAH  untuk memilih salah satu antara Harta, ilmu atau tahta. Nabi Sulaiman dengan tegas memilih ilmu. Pilihan tersebut benar-benar paling tepat, berkat pilihan tersebut beliau akhirnya juga mendapatkan harta dan tahta sebagai raja, disamping ilmu. Dengan satu pilihan, Beliau mendapatkan ketiga-tiganya. Mengelola harta butuh ilmu. Memimpin sebuah kerajaan juga butuh ilmu. Semua ada ilmunya. Nabi sulaiman tercatat sejarah sebagai Nabi yang cerdas, kaya raya, berkuasa, shalih, adil, bijaksana dan dihormati.

 

“ Sulaiman diberi pilihan Antara harta,kerajaan, atau ilmu. Maka sulaiman memilih Ilmu. Lalu dengan sebab memilih ilmu (pada akhirnya) ia diberi kerajaan dan harta “ ( H.R ibnu ‘asakir dan Ad-Dailami )

 

Investasi Yang tidak pernah mendatangkan kerugian adalah investasi ILMU. Asalkan ilmunya adalah ilmu yang baik ( bukan ilmu kejahatan atau sejenis ilmu sesat ) dan bermanfaat, maka pasti akan mendatangkan keuntungan. Belum pernah ada ceritanya  ilmu yang baik lagi bermanfaat menyebabkan celaka bagi pemiliknya. Yang ada malah menyebabkan kebaikan.

 

Emas sebenarnya juga investasi yang bagus, tapi emas bukan investasi yang bisa menjadikan kaya. Emas mungkin lebih tepat untuk dijadikan jaga-jaga agar tidak miskin. Selain itu emas juga tidak menghasilkan passive income.

 

Properti juga investasi yang bagus. Harganya terus naik dari waktu ke waktu dan bisa menghasilkan passive income, tapi untuk membeli sebuah properti Anda perlu keluar uang dalam jumlah besar. Berinvestasi properti juga perlu Ilmunya, tanpa ilmu yang benar apa mungkin bisa menghasilkan keuntungan ?. yang ada malah jadi keluar biaya lebih banyak karena properti juga butuh maintenance.

 

Di bidang apapun sama, Semua perlu ilmu. Cari uang butuh ilmunya. Berbisnis juga ada ilmunya. Ingin jadi Atlit, ada ilmunya juga. Terjun ke politik, butuh ilmunya. Pengen dapet apapun, perlu ilmunya. Bahkan ngedeketin cewek pun juga ada ilmunya. Kalau tidak pakai ilmu yang benar ya pasti kocar-kacir. Tapi jika Anda menguasai ilmunya, Anda bisa meraih apapun bidang yang Anda inginkan.

 

Investasi yang tidak pernah rugi adalah investasi ILMU. Beberapa orang menyebutnya investasi “leher keatas” alias investasi otak atau entah apapun Anda menyebutnya.

 

Pernah dengar cerita seorang pengusaha yang bangkrut hingga menanggung hutang milyaran rupiah, tapi sekarang bisa bangkit lagi ?. Bahkan jumlah kekayaannya jauh lebih banyak dibanding sebelum bangkrut. Tau kenapa ?. Karena saat mereka bangkrut, yang hilang cuma hartanya, ilmunya gak ikut ilang. Bahkan ketika hartanya berkurang, ilmunya justru bertambah. Karena terus belajar tanpa menyerah. Akhirnya bisnisnya bangkit lagi dengan lebih besar.

 

Anda pasti kenal dengan Tukul Arwana. Anda mengenalnya sebagai komedian terkenal yang saat ini sukses memiliki karir yang cemerlang. Tapi taukah Anda saat beliau masih bekerja menjadi sopir, sebelum sukses seperti sekarang, Tukul Arwana selalu menyisihkan sebagian gajinya untuk beli buku, padahal kondisi keuangannya saat itu serba pas-pasan. Bisa saja saat itu beliau menggunakan uangnya untuk keperluan pokok lainnya, tapi beliau memilih menggunakannya untuk investasi ilmu. Dan hasilnya seperti yang bisa kita lihat bersama, kesuksesan adalah buah dari proses yang benar dan bukannya berkah yang mampir secara kebetulan.

 

Jadi, Anda jangan pernah ragu untuk berinvestasi ILMU. Untuk kebaikan Anda sendiri. Dengan menguasai ilmu yang diperlukan, Yakinlah, hasil yang Anda capai pasti lebih banyak dibanding harga yang Anda bayarkan demi mempelajarinya. Jangan pelit terhadap Diri Anda sendiri.

Kenapa Saya Gagal Sedangkan Orang Lain Berhasil, Padahal Kami Melakukan Hal yang Sama.

Sebelumnya,pernahkah anda mendengar kisah 4 pembuat batu bata? Ada beberapa versi dari kisah ini,dan saya akan menceritakan kepada anda dengan versi saya. Begini ceritanya :

Suatu hari seorang pria berjalan-jalan dan menjumpai 4 orang yang sedang sibuk membuat batu bata. Pria tersebut mendekati orang pertama dan kemudian bertanya “Apa yang sedang Anda lakukan?”. Orang pertama menjawab “Masa Bapak nggak lihat,udah jelas saya lagi bikin batu bata”. Pria itu kemudian beranjak pergi dan menanyakan hal yang sama kepada pembuat bata kedua,dan orang itu menjawab “Saya bikin batu bata pak,untuk mencari nafkah,menghidupi keluarga saya”. Kemudian pria itu berjalan lagi menemui pembuat bata ketiga dan mengajukan pertanyaan yang sama persis. Orang ketiga menjawab “Saya sedang membangun rumah”. Dan sekali lagi pria tersebut melanjutkan langkahnya menuju pria ke empat, dan sekali lagi menanyakan pertanyaan yang sama pula. Orang ke 4 menjawab : “Saya sedang membantu orang lain membangun rumah dengan cara menyediakan batu bata yang berkualitas tinggi,bisa menangkal panas dan memiliki kepadatan yang bagus sehingga tidak mudah hancur, jadi orang yang memakai bata buatan saya merasa puas bisa membangun hunian yang tahan segala cuaca”.

Apa yang membedakan antara pesuruh,pengusaha biasa,pengusaha bagus dan pengusaha besar?. Dari cerita diatas,kita sudah bisa mendapat jawabannya. Walaupun melakukan pekerjaan yang sama persis, tapi apakah Anda pikir mereka berempat memperoleh hasil yang sama?. Tentu tidak. Dan dari keempat orang tadi Anda pasti sudah bisa menebak, siapa yang lebih berpotensi meraih kesuksesan dan siapa yang tidak.

Orang pertama adalah gambaran pesuruh. Mereka tahu apa yang mereka kerjakan dan bagaimana mengerjakannya,bahkan mengerjakannya dengan baik. Tapi mereka tidak tahu mengapa mereka melakukannya. Mereka hanya melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka tanpa melihat “gambar besar” secara luas.

Orang kedua merepresentasikan pekerja biasa. Mereka bekerja dengan giat dan mengetahui apa tujuan mereka,tapi hanya tujuan kecil. Mereka tidak punya visi besar. Paling-paling tujuannya hanya mencari uang dan keuntungan semata.

Pengusaha yang bagus digambarkan oleh orang yang ke 3. Mereka tahu apa yang mereka lakukan dan dengan tujuan apa. Mereka sadar apa yang mereka lakukan akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar.

Lalu,pengusaha besar digambarkan orang ke 4. Orang-orang seperti ini tidak hanya bekerja sungguh-sungguh,tapi juga memiliki visi besar. Mereka tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan mereka.Tahu kekuatan sekaligus kelemahan mereka. Sehingga apapun yang mereka kerjakan selalu memberi hasil dengan kualitas yang nyata. Terlebih lagi mereka menggunakan visinya untuk berbagi manfaat untuk masyarakat luas.

 

“Tindakan (aksi) tanpa tujuan (visi) adalah mimpi buruk” (pepatah Jepang)

 

Jadi kalau Anda tak kunjung meraih keberhasilan , sementara orang lain sukses padahal apa yang Anda kerjakan sama persis dengannya, kemungkinan besar perbedaannya adalah dalam visi. Visi besar memberikan dampak yang signifikan terhadap aktifitas apapun,sehingga berujung pada hasil akhir yang lebih baik dibanding tindakan tanpa visi,walaupun aktifitas yang dikerjakan sama persis.

Lalu diantara 4 tipe diatas,Anda termasuk golongan yang mana?