Silahkan bertanya apapun, kami siap membantu | www.ryansyah.com

Halo, ada yang bisa saya bantu?

The untold story of

Maestropreneur

I Am Ryan Syah And THIS IS MY STORY

Saat ini saya tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Timur, namanya Tulungagung.

Saya memutuskan untuk tinggal disini karena ingin merawat mama’ saya yang saat ini usia beliau telah melewati 70 tahun dengan kondisi kesehatan yang sudah menurun.

Sebagai anak laki-laki, sudah seharusnya saya berbakti kepada mama’, walaupun semua kebaikan beliau tak pernah mungkin bisa saya bayar lunas.

Saat mengambil keputusan tersebut, saya sama sekali tidak ada beban, karena saya dapat bekerja dimana saja dan kapan saja.

Itu mustahil terjadi seandainya saya tidak putuskan untuk serius melakoni Bisnis Internet.

Itulah kenapa saya mencoba dengan sepenuh hati dan segenap jiwa saya untuk bisa sukses di bidang bisnis. 

Sebelum memutuskan fokus di bisnis internet

saya adalah seorang conductor di sebuah orchestra pemuda.

Sebelum memutuskan fokus di bisnis internet, saya adalah seorang conductor di sebuah orchestra pemuda.

Saya memiliki impian berapi-api untuk menjadi seorang maestro. Berdiri diatas podium, mengayunkan baton, memimpin sekelompok pemain orchestra dan memainkan karya-karya masterpiece dari komposer-komposer klasik terkenal.

Hingga Sebuah petaka mengejutkan memanggil saya turun podium kepemimpinan untuk kembali pulang

Abah saya yang usianya sudah lanjut jatuh terpeleset.

Sekilas tidak ada yang berbahaya dengan hal ini. Hanya terpeleset. Ya, “HANYA” terpeleset dan terjatuh, Tapi tulang kerangka berusia 80 tahun tidak lagi mampu menghadapi benturan sekeras itu.

Semenjak kejadian itu, kondisi Abah semakin menurun, hingga suatu hari beliau sudah tidak tahan karena merasakan nyeri yang teramat sangat.

 Tidak ada pilihan lain selain membawa beliau ke rumah sakit.

Kemudian…

Setelah melewati pemeriksaan “X-ray”, dokter menunjukkan beberapa lembaran yang memperlihatkan bentuk tulang manusia – sambil menjelaskan dengan dengan berbagai istilah alien yang sulit Saya pahami tentang apa yang terjadi pada Abah… kenapa sampai bisa lumpuh seperti itu.

Akhirnya diagnosa memberi kesimpulan dengan bahasa yang mudah dicerna otak saya…

Ternyata beberapa ruas tulang belakang abah ada yang gepeng, karena tidak kuat menahan berat badannya yang terlalu berat ketika terjatuh. Itulah yang membuat tulang belakangnya tidak lagi mampu menopang tubuh.

Abah pun hanya bisa berbaring, tak lagi mampu duduk apalagi berdiri. Bahkan untuk memiringkan badan pun rasa nyerinya terasa sekujur tubuh dari ujung rambut hingga telapak kaki.

Parahnya lagi…

Pihak rumah sakit sudah menyatakan angkat tangan. Mereka tidak bisa memberikan tindakan medis untuk mengobati hal itu.

Sejak saat itu, saya hanya punya 2 MISI :

1.Fokus 24 jam sehari Menunggui Abah yang terbaring lumpuh di rumah sakit

2.Menafkahi Mama’ saya.

Untuk menjalankan 2 MISI tersebut saya harus menemukan sumber penghasilan yang bisa memberikan aliran cash tanpa harus meninggalkan Abah.

Dan itu tidak mungkin bisa dicapai dengan cara bekerja di kantor.

Saya memutar otak sambil terus berdoa agar menemukan bagaimana caranya supaya saya bisa menghasilkan uang sambil tetap bisa menunggui di samping abah yang terbaring lumpuh.

Dan semua kejadian itu akhirnya menuntun saya menuju pada SATU jawaban terbaik bernama : BISNIS Produk Digital.

Apakah sebuah keputusan berat untuk membuang impian dan menetap di kekampung halaman?.

Sama sekali tidak. Bagi saya keputusan itu semudah mengupas kacang dari kulitnya, karena sejak awal MISI hidup saya adalah BERBAKTI pada kedua orang tua.

Saya tak peduli dengan hal lain selain MISI saya.

saya hanya peduli pada misi saya

Ketika saya mengetahui bahwa potensi bisnis digital (Digital Marketing) bisa memberikan kesempatan pada saya untuk meghasilkan uang tanpa perlu mengabaikan kewajiban sebagai anak, saya memutuskan untuk mengerahkan segala upaya saya untuk mengasah kemampuan saya sebaik mungkin di bidang ini.

Saya membaca ebook disamping ranjang rumah sakit.

Saya menonton berbagai video edukasi dalam topik bisnis.

Saya berkonsultasi dengan internet marketer yang sudah lebih berpengalaman.

Saya membayar Jutaan rupiah untuk seorang mentor.

Semua itu hanya demi terwujudnya MISI saya berbakti pada orang tua.

Dan ternyata…

Keajaiban itu tidak hanya berhenti sampai situ saja.

Atas izin Allah swt, bukan hanya nafkah dan kesempatan merawat orang tua saja yang saya dapatkan, tapi juga :
Ya, semua itu datang bagaikan gelombang, padahal hanya berawal dari SATU KEPUTUSAN saja.

Siapa yang menyangka, hanya berawal dari SATU KEPUTUSAN saja untuk 100% totalitas ke dalam bisnis internet (terutama bisnis produk digital), bisa membawa kepada keajaiban-keajaiban (atau lebih tepatnya Rezki yang tidak diduga-duga) melebihi harapan.

This is my story.

Inilah cerita saya. : “SATU keputusan penting yang membawa BANYAK perubahan hidup”.

Sekarang, saya punya MISI baru.

Dan MISI baru saya ini layak mendapatkan komitmen saya hingga titik maksimal.

Yaitu membantu Anda yang ingin menekuni bisnis online demi mewujudkan MISI Anda.